Minuman Bersoda Pengaruhi Jumlah Sperma


Kopenhagen , 27 Agustus 2010 18:58
Kabar buruk bagi para pria penggemar minuman bersoda. Air soda ternyata bisa mempengaruhi sperma. Berdasarkan riset para peneliti rumah sakit Universitas Kopenhagen, Denmark, pria yang minum satu liter minuman bersoda atau lebih, setiap hari, memiliki jumlah sperma lebih sedikit dari mereka yang tidak mengonsumsi minuman bersoda.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di American Journal of Epidemiology, sebagaimana dikutip Natural News.

Kenyataan ini berbeda dengan kafein. Para peneliti sebelumnya berspekulasi bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah besar bisa menghasilkan jumlah sperma yang lebih sedikit.

Namun penelitian baru-baru ini menunjukkan hasil berbeda. Para peneliti mengambil contoh sperma dari 2.554 pria berusia kira-kira 18 tahun. Semua pria itu menjalani tes fisik untuk memeriksa kesehatan mereka untuk tugas militer antara tahun 2001 dan 2005. Mereka juga mengumpulkan data asupan minuman dari semua peserta.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang tidak pernah minum minuman bersoda memiliki jumlah sperma 50 juta sperma per milimeter.

Pria yang minum seliter atau lebih minuman bersoda, hanya memiliki 35 juta sperma per milimeter. Meskipun perbedaan ini tidak cukup drastis untuk memenuhi syarat sebagai satu persoalan menurut World Health Organization (WHO), jumlah sperma yang lebih rendah berhubungan dengan kesuburan rendah.

Pengaruh yang lebih kecil pada tingkat sperma, tampak pada pria yang minum teh atau kopi dalam jumlah besar, dengan mengesampingkan kafein sebagai kemungkinan penyebab.

Para peneliti tidak yakin apakah jumlah sperma yang lebih rendah disebabkan oleh minuman bersoda, atau oleh gaya hidup tidak sehat yang berhubungan dengan konsumsi soda.

“Penting untuk mencatat bahwa pria yang minum banyak minuman bersoda juga berbeda dalam berbagai cara,” kata peneliti Tina Kold Jensen.

Pria yang minum minuman bersoda dalam jumlah besar cenderung makan lebih banyak makanan siap saji dan kurang makan buah-buahan dan sayuran.

“Saya bayangkan itu gaya hidup,” kata Fabio Pasqualotto, dari Universitas Caxias do Sul di Brasil, yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Sumber : Gatra.com/sehat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: