Janganlah Rumah Sakit jadi lahan bisnis…


Menkes: Rumah Sakit Bukanlah untuk Lahan Bisnis

img
Menkes

Jakarta, Mahalnya biaya rumah sakit di Indonesia menjadi masalah bagi masyarakat kebanyakan. Menteri Kesehatan meminta rumah sakit jangan melupakan fungsi kemanusiaannya.

“Rumah sakit itu pelayanan kesehatan bukan lahan bisnis. Harusnya rumah sakit merupakan lahan untuk mengeksplor kemanusiaan,” kata dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Ph.D di acara peletakan batu pertama pembangunan Siloam Hospital Lippo Village Extension, Rumah Sakit Umum dan Pendidikan berstandar International di Siloam Hospitals Lippo Village, Karawaci, Sabtu (31/7/2010).

dr. Endang berpendapat bahwa rumah sakit harus mengutamakan keselamatan pasien, memiliki pelayanan yang komunikatif, memiliki teknologi yang memadai. Rumah sakit juga diharapkan bisa menjadi ‘green hospital’, yaitu rumah sakit ramah lingkungan yang peduli limbahnya terhadap lingkungan.

Menkes juga menegaskan selain kesehatan dan keselamatan pasien yang menjadi faktor utama, rumah sakit berbasis tanggap bencana juga perlu diperhatikan.

Dalam pembangunannya, rumah sakit harus memperhatikan konstruksi bangunan, jalur evakuasi untuk pasien ketika terjadi bencana, dan sebagainya. Kewaspadaan antara para dokter dan perawat juga perlu ditingkatkan, misalnya selama 1 bulan sekali melakukan latihan simulsi kebakaran, latihan evakuasi pasien dan sebagainya.

“Rumah sakit swasta walaupun itu private, bukan berada dalam pulau sendiri. Jadi harus ikut mendukung program pemerintah,” kata Menkes.

“Rumah sakit diharapkan ikut dalam program pemberian obat generik bagi warga yang kurang mampu, program imunisasi, program jamkesmas, dan sebagainya,” lanjut dr. Endang.

Indonesia memiliki 2 jenis rumah sakit, yaitu rumah sakit pemerintah dan rumah sakit non-pemerintah atau yang biasa disebut rumah sakit swasta. Rumah sakit yang termasuk rumah sakit pemerintah adalah rumah sakit pusat, daerah, kejaksaan, rumah sakit hukum & HAM, dan rumah sakit agama.

Di Indonesia jumlah rumah sakit non-pemerintah lebih banyak ketimbang rumah sakit pemerintah. Jumlah rumah sakit pemerintah sendiri hanya berkisar kurang dari 50 persen.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tidak dapat hanya dilakukan oleh 1 sektor saja,” tukas Menkes.

2 Responses

  1. setuju gan.. masak RS jadi lahan bisnis…

    Kebangetan banget kalau buat BISNIS, artinya Orang sakit kok buat bisnis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: